Selasa, 17 Maret 2020

Banyolan Assoy: KEAJAIBAN SEDEKAH

Banyolan Assoy: KEAJAIBAN SEDEKAH: Alhamdulillaah Allah masih beri kesempatan diri ini berbagi kisah nyata "keajaiban sedekah" yang pernah terjadi di kehidupan ini...

KEAJAIBAN SEDEKAH


Alhamdulillaah Allah masih beri kesempatan diri ini berbagi kisah nyata "keajaiban sedekah" yang pernah terjadi di kehidupan ini. Perkenalkan, Saya Amalah, dari kota Sidoarjo.
Keajaiban dari Allah datang seiring perkenalannya saya dengan Nurul Hayat 2015 silam. Saat bertemu di rumah teman, tak sengaja membaca majalah NH. Akhirnya terpincut dan memutuskan bergabung sebagai donator. Kedua orangtua juga saya daftarkan. Walapun ayah sudah almarhum, ibu masih hidup. Namun, sesungguhnya saya ingat sesuai hadist yang berbunyi "tiga amalan yang tidak terputus setelah meninggal, salah satunya sodaqoh jariyah. Sebagai wujud bukti ke ortu walau sudah meninggal, bisa tetap menjadi donator NH. MasyaAllah jazakillah NH.
Namun kebanyakan orang masih banyak yang mencibir, enggan sedekah karena takut hartanya berkurang bahkan menunggu hartanya berlimpah baru sedekah. Naudzubillah. Padahal sedekah mendatangkan keajaiban nyata, bagi orang yang melaksanakannya.
Keajaiban pertama, secara logika pengeluaran kebutuhanmemang keluarga, apalagi sudah beranak dua, keseharian saya sebagai pendidik di sekolah swasta. Suami seorang wiraswasta. Namun Allah mencukupkan kami, bahkan masih bisa berlebih untuk ditabung. Salah satu ayat yang meyakinkan kami ada di surat Al Baqorah: 261 berbunyi" Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki".
Keajaiban kedua, kesehatan ibu saya. Rizki dari Allah tidak hanya harta, kesehatan juga salah karuniaNya. Sejak 2016, Ibu saya menderita kardiomegali. Suatu kelainan jantung karena faktor usia sehingga klep jantung tidak lagi elastis. Pengobatan tetap berlansung hingga hari ini, hampir lima tahun. Setiap butir obat yang  diminum hanyalah pengurang rasa sakit, bukan pengobat dari penyakit beliau. Setiap mengambil resep obat di apotik, tahan tangis selalu kulakukan. Namun keajaiban telah terjadi seiring waktu. Dokter pernah bercerita tentang pasien lainnya, banyak yang sudah tidak mampu berjalan. Selalu terenggah-enggah saat berjalan. Namun kondisi ibu berbeda. Saat kontrol, nampak biasa seperti orang yang tidak sakit. Berjalan biasa, naik turun tangga, bahkan menjaga kedua cucunya di rumah. Menjaga dua anak kembar saya sekaligus. Beliau nampak semakin sehat dan selalu bersemangat. Secara logika manusia, bahkan dokter sekalipun, semua nampak Mustahil.
Keajaiban ketiga. Kesehatan suami yang makin baik dibandingkan saat masih single. Alhamdulillaah sejak menikah dengan saya, beliau ikut bergabung sebagai donatur NH. Selain kesehatan, Keajaiban rizki juga terjadi seiring orderan desain yang makin membludak. Suami saya memang seorang design grafis. Padahal, awal gabung dulu pernah ragu. Rasa takut kekurangan karena harus sedekah, harus dihilangkan melalui peran istri yang harus meyakinkan beliau. Alhamdulillaah Semoga beliau makin istiqomah dan bisa makin bertambah donasinya.
Keajaiban keempat, si kembar yang mungil dan menyenangkan. Alhamdulillaah selalu sehat, jarang rewel, nangis tengah malam jarang terjadi. Sejak mereka dilahirkan tujuh bulan lalu. Mereka masih gampang perawatannya, tidak minta gendong melulu. Di saat anak tetangga menangis, si kembar justru tertidur lelap dibalas hari, sebagaimana kegiatan malam orang Dewasa. Mereka hanya terbangun untuk nenen, berantakan. Lalu kembali tidur lagi. Semua dilakukan sambil tidur, tidak perlu digendong.
Keajaiban kelima, dipermudah Allah untuk mendapatkan Jodoh. Sejak bergabung 2015 silam hingga 2018 berakhir dipelaminan. Menikah dengan lelaki sholih pilihan Allah melalui keajaiban sedekah. Banyak lika liku taarufan yang saya alami. Segala ikhtiar dan doa terus dilakukan, salah satunya sedekah. Kebetulan di NH ada BarbeKU (barang bekas berkualitas). Banyak barang di rumah yg masih berguna, akhirnya saya juga mengajak di grup alumni SMP ternyata direspon positif. Secara tidak sengaja Allah pula yang menyatakan hati kami berdua melalui kegiatan BarbeKU tadi. Subhanallah.
Ya Allah, barokallah NH. Semoga makin banyak menebar manfaat bagi sesama. Semangat Fastabiqul khoirot.



Oleh : Khoirul Amalah

Selasa, 28 Januari 2020

Mengendarai Vario 125 Untuk Wanita Bertubuh Pendek

Saya akan sedikit menuliskan pengalaman yang pernah saya lihat. Istri saya yang berprofesi sebagai seorang guru. Dia bertubuh tidak terlalu tinggi, kira-kira 152 cm. Ketika berangkat kerja biasanya sering mengendarai motor Honda Beat. Honda beat memiliki body yang tidak terlalu tinggi. Dan sesuai untuk wanita. Apalagi wanita yang berpostur tidak terlalu tinggi. Karena, ketika kaki turun untuk menahan motor, jika postur tubuhnya pendek tentunya akan kesulitan, karena pasti akan jinjit untuk bisa menggapai tanah.
Vario 125 memiliki body yang besar dan berat, biasanya banyak kaum hawa yang menyukai motor matic jenis ini. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk wanita bisa mengendarainya. Meskipun berbobot besar, tetapi ketika dikendarai akan terasa ringan. Dan bisa digunakan untuk menyalip, ketika jalanan macet.
Istri saya ini tipe orang yang selalu ingin tahu dan tidak mau dianggap wanita lemah. Walaupun motor vario 125 ini terasa besar dan berat. Dia tetap ingin mencobanya. Ketika kami sedang jalan-jalan ke Malang. Saya yang sedang memboncengnya terasa capek dan ingin istirahat. Dan dia menawari untuk gantian mengendarainya, tetapi langsung saya tolak. Karena terasa belum yakin benar dia bisa.
Tetapi pada suatu hari ketika sedang ada sekolah, dia terlihat ingin mencoba mengendarai motor Vario 125 milik temannya. Tetapi tidak jadi. Dan terus saya lihat bagaimana dia menaikinya. Dia terlihat benar-benar bisa mengendarainya.
Dan akhirnya, ketika ada acara sekolahnya, untuk darmawisata dia terlihat ingin sekali mencoba mengendarainya. Motor Vario 125 milik saya dipinjam oleh salah temannya untuk kembali ke sekolah mengambil barang. Dan temannya tersebut akhirnya kembali lagi ke lokasi acara. Tetapi motor saya tidak langsung dikembalikan ke saya. Tetapi, diberikan ke istri saya plus kuncinya. Seketika itu juga, terlihat dia mulai menaikinya untuk mengantar temannya kembali ke sekolah. Dua kali dia bolak balik, terlihat sudah menguasai benar motor Vario 125 tersebut. Walaupun kakiknya trlihat jinjit ketika berhenti.
Akhirnya setelah teman-temannya diantarnya, dia kembali untuk menghampiri saya dengan mengendarai motor Vario 125 CC saya. Dia mengatakan "Ayo tak bonceng sampek rumah". Saya timpali oke ayo.
Begitulah sedikit kisah mengenai Vario 125 untuk wanita bertubuh pendek. Jadi bagi anda yang bertubuh pendek atau tidak terlalu tinggi, khususnya untuk para wanita. Jadi jangan takut dan minder.




Senin, 11 November 2013

Malam Selasa, Cepi Cepot pulang tengah malam.
Ia ditegur ibunya ketika masuk rumah lewat jendela.
"Bagus ya. Dari mana kamu ha?"
"Ikut siskamling mam, diajakin Pak RT."
"Yang bener! Anak sekolah nggak boleh berbohong!"
"Sumpah deh mam."
Cepi Cepot ditarik ibunya ke depan cemin.
"Lihat tuh di kaca!" kata ibunya. "Di muka
monyet itu ada apanya!"
"Ha?" Cepi Cepot nggak bisa mungkir lagi.
Di jidat, pipi, hidung dan tempat-tempat lainnya
yang strategis terdapat cap bibir terbuat dari lipstik.
"Habis asoy mam, he . . . he . . . he . . . " katanya terus terang.
"Malam Minggu saya kan apel mam."
















Sumber : Bung Wim & Yan, Banyolan Asoy Ni Yeee

Senin, 04 November 2013

Kutilang

Melihat seorang anak di bawah umur mengendarai sepeda motor dan melanggar rambu lalu-lintas, seorang petugas polantas segera menangkapnya.
"Apakah kamu punya SIM?" tanya Polantas.
"Nggak, Pak!"
"Kalau begitu kau kutilang!"
"Bukan, Pak! Saya manusia! bukan kutilang!"

Sumber : Guyonan Kawula Muda

Salah Mencumbu

"HAMPIR" aku tidak mempercayai ucapan seorang buaya darat semacam engkau, bahwa engkau kapok untuk mempermainkan lagi seorang wanita."
"Betapa tidak, kalau malam itu wanita yang kucumbu ternyata seorang pocong."

















Sumber : Martono, Guyonan Kawula Muda